SURABAYA,Suarakata.id — Para pimpinan lintas sektor berkumpul di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026). Tujuan mereka satu, memastikan mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur berjalan aman dan lancar.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, hadir langsung. Ia mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. Pertemuan ini menjadi ruang duduk bersama untuk membaca peta persoalan mudik sejak dini.
Sekitar 30 pejabat hadir. Pemerintah provinsi, kepolisian, TNI, hingga instansi terkait duduk satu meja. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut memimpin koordinasi daerah. Kapolda Jatim juga hadir memperkuat kesiapan pengamanan.

Rangkaian agenda dimulai dengan pertemuan terbatas. Fokusnya arus mudik dan arus balik. Titik rawan macet dibahas. Terminal, pelabuhan, bandara, dan jalur utama disorot satu per satu. Setelah itu, rapat koordinasi digelar. Semua sektor menyampaikan kesiapan masing-masing.
Rombongan kemudian meninjau Digital Command Center. Pusat kendali ini jadi “mata” pemantau pergerakan transportasi. Data real-time dipakai untuk mengambil keputusan cepat saat kepadatan meningkat.
Dalam keterangannya, Menteri Perhubungan menyebut sejumlah kebijakan. Ada rencana diskon tiket untuk meringankan beban pemudik. Ada pembatasan angkutan logistik di waktu tertentu. Armada transportasi juga dipastikan siap beroperasi penuh. Tujuannya satu: perjalanan masyarakat lebih nyaman dan aman.
Kehadiran Pangdam V Brawijaya menegaskan peran TNI. Bukan hanya menjaga keamanan. Tapi ikut menguatkan koordinasi lapangan. Dari pengamanan jalur, bantuan saat darurat, hingga dukungan personel di titik padat.
Sinergi jadi kunci. TNI, Polri, dan pemerintah daerah bergerak bersama. Harapannya, mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur bisa berlangsung tertib. Aman. Lancar. Dan masyarakat bisa pulang kampung dengan tenang. (*)


Tinggalkan Balasan