SURABAYA,Suarakata.id – Suasana semarak terasa di Surabaya saat Kejuaraan Tenis Yunior Internasional Widjojo Soejono ke-42 resmi dibuka. Turnamen yang sudah menjadi agenda tahunan ini kembali digelar, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT TNI ke-80.
Pembukaan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Pelti, Prof. Djafar Hamzah, yang hadir mewakili Ketua Umum Pelti Pusat. Dalam kesempatan itu, Kajasdam V Brawijaya Kolonel Inf Agus Sulistyo membacakan sambutan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.
Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah penting untuk menjaring bibit-bibit atlet tenis muda berbakat yang kelak bisa mengharumkan nama bangsa.
“Turnamen ini sudah menjadi tradisi tahunan. Selain sebagai penghormatan kepada almarhum Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono, kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan momentum perayaan HUT TNI ke-80,” ucapnya dalam sambutan yang dibacakan Kajasdam.

Sementara itu, Prof. Djafar Hamzah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Ia menilai, keberlangsungan turnamen internasional seperti Widjojo Soejono Championship menunjukkan komitmen nyata semua pihak untuk terus mengembangkan olahraga tenis di Indonesia.
“Kami di Pelti Pusat sangat mendukung kegiatan ini. Turnamen internasional semacam ini menjadi tolok ukur penting, sekaligus kesempatan berharga bagi atlet yunior kita untuk mengasah kemampuan dengan bersaing melawan pemain dari luar negeri,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 550 atlet yunior ambil bagian. Mereka terdiri dari 400 atlet nasional dan 150 atlet internasional yang datang dari 20 negara, mulai dari Vietnam, Singapura, Korea, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat.
Pertandingan akan berlangsung di sejumlah lapangan tenis di Surabaya, antara lain Makodam V/Brawijaya, Kampus UNESA, Marinir Gunung Sari, PDAM Surya Sembada, hingga Lapangan Pratama Wiyung.

Ajang yang berlangsung pada 28 September hingga 5 Oktober 2025 ini mempertandingkan berbagai kelompok umur, mulai dari KU-8, KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, hingga KU-18, baik putra maupun putri. Semua nomor dipertandingkan dalam kategori tunggal maupun ganda.
Selain memperebutkan prestasi, turnamen ini juga sarat dengan nilai historis. Widjojo Soejono International Junior Championship pertama kali digagas oleh almarhum Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono, dan hingga kini masih terus dilanjutkan demi menjaga tradisi olahraga tenis di tanah air.
Ketua Panitia sekaligus Direktur Turnamen, Sekretaris Umum Pengprov Pelti Jawa Timur, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, mulai dari keluarga besar almarhum, pemerintah daerah, TNI, KONI, hingga para sponsor.
“Kejuaraan ini hanya bisa terlaksana karena dukungan banyak pihak. Kami berharap semangat olahraga ini bisa melahirkan prestasi dan kebanggaan baru bagi Indonesia,” ujarnya.
Dengan atmosfer kompetitif sekaligus kebersamaan internasional, turnamen ini diharapkan menjadi panggung lahirnya generasi emas tenis Indonesia yang mampu bersaing di level dunia. (*)


Tinggalkan Balasan