JAKARTA, Suarakata.id – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa sejumlah anak di Banggai Kepulauan dan Kota Palu mengundang keprihatinan dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Ia menegaskan ada prosedur standar operasional (SOP) yang diduga dilanggar di dapur MBG.

Menurutnya, dapur MBG bukan hanya ruang masak biasa. Di dalamnya, banyak pihak terlibat, perusahaan swasta, pelaku usaha daerah, TNI, Polri, hingga BIN. Setiap dapur dipimpin seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan didampingi ahli gizi.

Mereka punya tugas berat memastikan bahan baku layak, pengolahan tepat, pemorsian bersih, pengepakan aman, hingga distribusi berjalan lancar.

“Semua bahan baku wajib diperiksa. Kalau tidak layak, harus ditolak. Jangan sampai ada yang masuk dapur. Setelah itu baru bisa diproses, dimasak, dan dibagikan. Waktu masak juga penting, jangan makanan pagi sudah dimasak sejak malam. Apalagi makanan sisa dipanaskan kembali. Yang ideal adalah makanan segar, fresh from oven, agar aman untuk anak-anak,” tegas Longki.

Ia mencontohkan, pernah menemukan dapur yang masih mengolah ikan yang sudah “melek”istilah lokal untuk ikan yang sudah tidak segar. “Itu berbahaya. Risiko keracunan tinggi. Kalau SOP dijalankan benar, seharusnya tidak akan ada kasus seperti ini,” ujarnya.

Longki mengingatkan, dapur MBG harus bekerja dengan hati, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. “Tanamkan di diri sendiri yang kita beri makan adalah anak kita. Dengan begitu akan muncul semangat menyiapkan yang terbaik. Jangan lalai. Jangan main-main dengan nyawa anak-anak kita,” pesannya.

Ia juga memberi catatan khusus soal penggunaan ikan. Jenis tuna, cakalang, dan ekor kuning sebaiknya dihindari. Sebab ikan-ikan itu, bila tidak segar, berisiko tinggi menimbulkan alergi dan keracunan. “Lebih baik disortir ketat, meski memakan waktu. Yang penting aman dan higienis,” tambahnya.

Longki menegaskan kasus ini tidak boleh terulang. Jika ada dapur yang tetap abai, kerja samanya perlu diputus. Bahkan, keracunan massal bisa masuk ranah hukum jika orang tua menggugat.

Program makanan bergizi gratis, lanjutnya, adalah program besar yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi gizi generasi masa depan. “Ini program mulia. Jangan sampai ternodai oleh kelalaian. Mari kita jaga bersama, demi anak-anak Indonesia,” pungkasnya. (Jafar G Bua).