SURABAYA, Suatakata.id — Di Ruang Bina Yudha, pada Jumat pagi yang terasa lebih sibuk dari biasanya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. duduk di depan para Danrem, Dandim, dan pejabat utama. Suaranya tenang, namun tekanannya jelas: pembangunan KDKMP harus dipercepat karena masa depan ekonomi desa di Jawa Timur bergantung pada kerja keras hari ini.

KDKMP yang di banyak daerah menjadi denyut baru ekonomi desa bukan sekadar tumpukan batu, semen, atau koordinat pembangunan. Di baliknya ada harapan agar harga komoditas lebih stabil, agar sawah produktif kembali hidup, dan agar desa-desa yang dulu sunyi bisa kembali bergerak.

“Ini bukan program fisik belaka,” tegas Pangdam. “Ini jalan untuk memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan kita,” ungkapnya.

Dari total 8.494 target KDKMP, baru 4.944 titik yang terdukung anggaran. Ada 3.579 titik yang sudah siap dibangun, progres fisik masih di angka 3,87 persen. Sehingga membutuhkan perceparan terukur. Inilah mengapa pertemuan pagi itu terasa penting: ada pekerjaan besar yang harus dikejar bersama.

Setiap Korem menampilkan variasi capaian. Korem 082/CPYJ dengan realisasi 36 persen. Korem 081/DSJ menyusul dengan 27,60 persen. Lalu ada Korem 083/BDJ dengan 15,22 persen dan Korem 084/BJ yang masih di 10,35 persen.

Situasi serupa terlihat pada capaian jusik. Karanglangit, Lamongan mencatat angka: 59,62 persen. Sementara Bondowoso 0,5 persen, seolah menjadi pengingat bahwa beberapa titik masih butuh dorongan ekstra.

Bagi Pangdam Rudy, ceritanya bukan soal angka semata. Di balik setiap titik pembangunan, ada warga desa yang menunggu perubahan. Ada petani yang menggantungkan harapan pada saluran air baru. Ada pedagang yang menunggu stabilnya komoditas agar dapurnya tetap mengepul.

Karena itu, ia meminta jajaran komando satu suara. Pengawasan diperketat, koordinasi dipercepat, dan setiap langkah harus lebih responsif.

Di akhir pengarahan, Pangdam kembali mengingatkan hal-hal mendasar: spesifikasi RAB harus dipenuhi, material harus terverifikasi, dan kerja sama dengan mitra harus disiapkan dengan rapi. Setiap detail penting, karena setiap kelalaian akan kembali ke masyarakat.

Arah Baru untuk Desa Jawa Timur

Pertemuan itu ditutup tanpa tepuk tangan besar. Namun di wajah para komandan, ada kesadaran baru: bahwa mereka tidak hanya membangun fasilitas desa, tetapi sedang menyusun masa depan.

Jika percepatan KDKMP berjalan sesuai harapan, desa-desa di Jawa Timur bukan hanya hidup tetapi bangkit, tumbuh, dan menjadi kekuatan ekonomi baru. Sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari ruang pengarahan pagi itu, namun akan berakhir di tangan dan kehidupan masyarakat desa. (*)