BEKASI,Suarakata.id — Masjid Al-Mishbah, Perumahan Citra Villa, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kembali menghidupkan denyut sosial-keagamaan melalui Gerakan Subuh Berjamaah dan Berbagi, Sabtu (10/1).

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan shalat Subuh berjamaah, tetapi juga meneguhkan masjid sebagai pusat penyemaian kebaikan yang berakar pada resiliensi komunitas.

Gerakan ini dirancang sebagai ikhtiar kolektif untuk membangun ketahanan sosial jamaah, terutama di tengah tantangan kehidupan urban yang kian individualistik.

Usai shalat Subuh, jamaah terlibat dalam kegiatan berbagi dan penguatan spiritual, menciptakan ruang perjumpaan yang hangat, setara, dan saling menguatkan.

Ketua DKM Masjid Al-Mishbah, Ust. Arief Carkiman, menegaskan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah dan Berbagi perlu terus diperluas dan diperkokoh. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar program rutin, melainkan fondasi penting dalam membangun solidaritas jamaah dan keberlanjutan peran sosial masjid.

“Gerakan seperti ini harus diperluas. Kami banyak belajar dari Masjid Jami’ Al-Munawwaroh yang telah lama dan konsisten menggerakkannya. Di sana, Subuh bukan hanya waktu ibadah, tetapi juga momentum menguatkan ikatan sosial dan kepedulian jamaah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ust. Mohamad Miqdad, Ketua DKM Masjid Jami’ Al-Munawwaroh, hadir memberikan tausiyah Subuh. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa masjid sejatinya memiliki mandat peradaban yang jauh melampaui fungsi ritual semata.

“Masjid adalah poros peradaban umat. Ia adalah menara rahmat, tempat cahaya kebaikan dipancarkan dan digerakkan secara kolektif,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Menurut Ust. Miqdad, ketika masjid difungsikan sebagai pusat pergerakan sosial, nilai-nilai Islam akan hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat: menolong yang lemah, menguatkan yang rapuh, dan menyatukan yang tercerai.

Gerakan Subuh Berjamaah dan Berbagi, lanjutnya, adalah contoh konkret bagaimana masjid mengarahkan umat pada kebaikan bersama yang berkelanjutan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh jamaah Masjid Al-Mishbah. Kehadiran lintas generasi dalam shalat Subuh berjamaah dan kegiatan berbagi menjadi penanda bahwa masjid masih dan akan selalu relevan sebagai ruang tumbuhnya harapan, solidaritas, dan ketahanan sosial masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi antar-masjid dan pembelajaran dari praktik baik yang telah berjalan, Gerakan Subuh Berjamaah dan Berbagi di Masjid Al-Mishbah diharapkan terus berkembang, menjadi bagian dari gerakan besar memakmurkan masjid dan memanusiakan umat melalui kebaikan kolektif. (*)