SURABAYA, Suarakata.id – Pagi itu, Jumat, 03 Oktober 2025, suasana Lapangan Ahmad Yani, Makodam V Brawijaya, terasa lebih khidmat dari biasanya. Derap langkah pasukan Yonif 516/CY berdiri tegap, siap menjalankan misi kehormatan: mengikuti latihan bersama (Latma) Australia-Indonesia 2025 yang akan berlangsung selama dua pekan.

Latma ini menjadi ajang kebanggaan sekaligus ujian. Sebab, tidak semua prajurit berkesempatan menginjakkan kaki di tanah seberang, mengibarkan nama satuan, sekaligus membawa panji kehormatan Kodam Brawijaya.

Kepala Staf Kodam V Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, memberi pengarahan langsung sebelum pemberangkatan. Suaranya tegas, namun penuh makna.

“Latihan ini adalah bentuk penghormatan bagi kita. Perlu digarisbawahi, tidak semua prajurit bisa mendapatkan kesempatan berharga seperti ini,” ujarnya, menatap barisan prajurit yang berdiri kokoh.

Kasdam menekankan pentingnya menjaga sikap dan soliditas. Baginya, latihan di negeri orang adalah cermin kedewasaan prajurit TNI.

“Ingat, yang kalian bawa bukan hanya nama pribadi, tapi nama besar TNI Angkatan Darat,” pesannya lantang. “Jaga kehormatan, hindari sekecil apapun pelanggaran. Utamakan keselamatan.”

Latihan bersama antara Indonesia dan Australia ini bukan kali pertama digelar. Namun setiap momentum selalu menyimpan arti penting, memperkuat kerja sama militer, memperdalam solidaritas antar bangsa, sekaligus meningkatkan profesionalitas prajurit.

Di wajah para prajurit Yonif 516/CY, terpancar semangat yang menyala. Mereka sadar, misi ini akan mengukir sejarah. Dua pekan ke depan, mereka akan ditempa dalam medan latihan bersama, menguji kekompakan, sekaligus memperlihatkan bahwa prajurit Brawijaya selalu siap menjaga kehormatan bangsa. (*)