Penanggulangan bencana bukan hanya soal kemampuan teknis itu juga soal panggilan kemanusiaan. Begitulah semangat yang digaungkan Korem 084/Bhaskara Jaya kepada seluruh prajurit dan PNS-nya.
Bagi mereka, menjadi patriot berarti siap melindungi rakyat kapan pun, termasuk ketika bencana datang tanpa peringatan.
Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir, longsor, badai, hingga kebakaran hutan dan angin puting beliung, kesiapan menjadi kunci.
Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, menegaskan bahwa prajurit harus selalu siap, bukan hanya di medan operasi, tetapi juga dalam tugas kemanusiaan.
Karena itu, Korem 084/BJ melaksanakan Latihan Dalam Satuan (LDS) penanggulangan bencana dengan melibatkan Damkar Kota Surabaya.
Kolaborasi ini sebagai upaya mematangkan kemampuan teknis, memperkuat koordinasi antarinstansi, dan menambah wawasan prajurit mengenai strategi penanganan bencana yang cepat dan efektif.
“Latihan ini untuk memberikan gambaran, mengedukasi, dan mengasah keterampilan prajurit, sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi saat berkoordinasi dalam penanggulangan bencana,” jelas Brigjen Danny Alkadrie.
Salah satu fokus latihan kali ini adalah penanganan bahaya kebakaran, baik di lingkungan pangkalan Korem maupun di sekitar tempat tinggal para prajurit.
Dengan bekal ini, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini serta tindakan cepat ketika musibah terjadi.
Latihan ini tidak hanya menggambarkan profesionalisme prajurit TNI, tetapi juga memperlihatkan sisi kehangatan mereka sebagai penjaga keselamatan masyarakat. Di balik seragam dan disiplin ketat, ada tekad kuat untuk hadir ketika rakyat membutuhkan. (*)


Tinggalkan Balasan