PALU, Suarakata.id – Palu memiliki banyak kisah, namun salah satu yang paling hangat adalah cerita tentang seorang gadis kecil bernama Audrey Aurora Ramadhani, lahir pada 19 Juni 2017. Usianya baru delapan tahun, tapi semangatnya sudah seluas langit yang menaungi kota kelahirannya.
Sehari-hari Audrey adalah siswi kelas III di SDN Bumi Sagu. Di balik seragam sekolahnya, tersimpan energi yang tak pernah padam. Ia tumbuh sebagai anak yang ceria, tekun, dan penuh rasa ingin tahu.
Ketika teman-temannya sibuk bermain gawai, Audrey justru memilih dua hal yang membuat jiwanya bersinar. Sepatu roda dan modeling.
Di atas roda-roda kecil, Audrey belajar tentang keseimbangan, kegigihan, dan keberanian. Ia jatuh berkali-kali, tapi tak satu pun membuatnya mundur. “Jatuh itu biasa, bangkit itu juara,” begitu prinsip kecilnya.
Sementara di panggung modeling, Audrey menemukan ruang untuk bercerita lewat langkah. Setiap senyum, setiap pose, seakan memantulkan mimpi-mimpi yang ia simpan rapi di dadanya. Ia tidak hanya berjalan.
Ia menyampaikan pesan tentang percaya diri, kerja keras, dan mimpi yang tak boleh disimpan diam.

Kini, Audrey melangkah lebih jauh. Ia terpilih mengikuti ajang Grand Model Indonesia 2025, di kategori Junior Princes Tourism, sekaligus menjadi bagian dari Grand Model Indonesia Sulteng.
Sebelumnya, Audrey adalah perwakilan Morowali di GMI Sulteng dan sekarang melenggang ke Nasional sebagai Perwakilan Sulteng.
Bagi gadis seusianya, ini adalah gerbang pertama menuju dunia yang ingin ia jelajahi: dunia seni, kreatif, dan representasi budaya.
Audrey membawa nama Palu dengan kebanggaan. Ia ingin menunjukkan bahwa anak daerah pun bisa berdiri sejajar, bersinar dengan caranya sendiri. Bahwa keberanian bisa lahir dari tubuh kecil dan hati yang jernih.
Di setiap langkah Audrey, ada satu sosok yang tak pernah tampak di panggung, namun selalu hadir dalam diam: Ibu Lidya.
Ibu yang setia menunggu, mendampingi, mengantar, memeluk, dan percaya bahkan ketika Audrey masih belajar percaya pada dirinya sendiri.
“Selama itu hal positif, Ibu akan selalu ada,” begitu kalimat sederhana yang menjadi kekuatan besar bagi Audrey.
Lidya adalah teduh yang menjaga, dorongan yang mendorong, dan cahaya yang menyala ketika anaknya sedikit meredup.

Dari latihan sepatu roda hingga sesi modeling, dari jatuh pertama hingga langkah paling percaya diri, Lidya ada di sana menjadi saksi sekaligus sumber keberanian.
Dan di setiap langkah kecil yang kini mulai menggema besar, ada doa seorang ibu yang diam-diam ikut melangkah bersamanya.
Semoga perjalanan ini menjadi pintu-pintu baru bagi Audrey. Anak Palu yang kecil tubuhnya, namun besar cita-citanya. Dan semoga Ibu Lidya selalu diberi kesehatan serta kekuatan untuk terus menemani langkah-langkah indah sang buah hati. (*)


Tinggalkan Balasan