SURABAYA, Suarakata.id — Siang itu suasana Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur terasa hangat. Di tengah aktivitas rutin, kunjungan silaturahmi Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V, Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., memberi warna berbeda: sederhana, bersahaja, namun sarat makna kebangsaan.

Kunjungan yang berlangsung Selasa (30/12/2025) ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Di balik jabat tangan dan perbincangan, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Dankodaeral V disambut langsung oleh Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM., bersama jajaran. Di ruang pertemuan keduanya berdiskusi hangat mengenai situasi terkini Jawa Timur mulai dari potensi kerawanan, dinamika masyarakat, hingga langkah-langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.

Laksda TNI Ali Triswanto menegaskan, silaturahmi ini memiliki nilai strategis. Bagi beliau, sinergi bukan hanya kata, tetapi pondasi penting yang harus dijaga bersama.

“Sinergi yang baik antara Kodaeral V dan Bakesbangpol sangat diperlukan guna mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan ketahanan nasional, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa keamanan tidak hanya tugas aparat, tetapi hasil kerja kolektif pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jatim menyambut hangat kehadiran Dankodaeral V. Ia menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi.

Ia berharap, kerja sama yang sudah terjalin selama ini tidak berhenti pada pertemuan formal saja, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang nyata dan berkesinambungan.

Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama. Wajah-wajah yang tersenyum menggambarkan harapan: bahwa komunikasi yang baik mampu menciptakan rasa aman, kebersamaan, dan persatuan nilai yang kini semakin penting di tengah dinamika bangsa.

Kunjungan singkat itu meninggalkan pesan sederhana namun kuat: ketika silaturahmi dijaga, kepercayaan tumbuh. Dan ketika kepercayaan tumbuh, persatuan akan lebih mudah dirawat. (*)