PALU, Suarakata.id – Gelombang perubahan teknologi akhirnya tiba di ruang-ruang kelas Sulawesi Tengah. Pada Jumat, 5 Desember 2025, sebanyak 50 pendidik dari berbagai sekolah dan kampus berkumpul di SD Islam Cahaya Khalifah Palu.
Mereka mengikuti pelatihan AI Ready ASEAN, sebuah program besar yang digagas ASEAN Foundation bersama Google.org dan diimplementasikan di Indonesia melalui Mafindo.
Program ini hadir tidak hanya mengenalkan kecerdasan artifisial, tetapi mempersiapkan para guru, dosen, dan orang tua menghadapi masa depan pendidikan yang dipenuhi teknologi cerdas.
Sebab, di tengah pesatnya perkembangan AI, tidak semua unsur pendidikan memahami cara menggunakan teknologi ini secara etis, aman, dan produktif.
Melalui AI Ready ASEAN, lebih dari 5,5 juta warga ASEAN ditargetkan mendapat literasi AI. Di Indonesia, Mafindo mendapat mandat melatih peserta dari 23 provinsi, termasuk Sulawesi Tengah.
Khusus di Palu, pelatihan ini menghadirkan tiga trainer dan diikuti para pendidik dari SD Islam Cahaya Khalifah Palu, SMP Golden Gate, Universitas Tadulako, AMIK Tri Dharma, hingga Universitas Azis Lamajido.
Pelatihan menggunakan modul resmi ASEAN Foundation yang merangkum empat kompetensi utama: Dasar AI, Implementasi AI, Etika & Privasi, serta Cara Mengajar AI.
Para pendidik diwajibkan mengakses 15 modul belajar berisi video, materi baca, hingga pre/post test untuk memastikan pemahaman mereka.
Kepala SD Islam Cahaya Khalifah Palu, Jiati Endah Sari, menyambut antusias kegiatan ini. Baginya, AI bukan lagi wacana jauh, tetapi perangkat yang bisa langsung meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami senang dan bersyukur. Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang apa itu AI dan bagaimana memanfaatkannya. Kami berharap ada pelatihan lanjutan yang membahas pemanfaatan AI lebih mendalam,” ujarnya.
Dengan kehadiran pelatihan ini, Palu menjadi salah satu titik penting dalam upaya ASEAN menyiapkan generasi siap bersaing di era kecerdasan artifisial sebuah langkah kecil dari kota kecil, namun memberi dampak besar bagi masa depan pendidikan kawasan. (*)


Tinggalkan Balasan