SURABAYA,Suarakata.id — Suasana tenang menyelimuti Taman Makam Pahlawan 10 Nopember Surabaya, Kamis pagi, 11 Desember 2025. Ratusan prajurit berdiri rapi. Mereka datang untuk satu tujuan: menghormati para pahlawan.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin berdiri di depan barisan. Ia memimpin ziarah untuk memperingati Hari Juang TNI AD dan HUT ke-77 Kodam V Brawijaya. “Ziarah ini wujud penghormatan kepada para pahlawan,” katanya singkat.

Sekitar 200 personel mengikuti upacara itu. Kolonel Inf Agus Al Fauzi, Kasi Ops Kasrem 084/Bhaskara Jaya, menjadi penanggung jawab kegiatan. Di sisi Pangdam, sejumlah pejabat hadir: Kasdam Brigjen TNI Zainul Bahar, Danrem 084 Brigjen TNI Danny Alkadrie, Irdam Brigjen TNI Ramli, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, Staf Ahli Pangdam Bidang Ekonomi Kolonel Inf. Agus Supriyanto, para perwira Satbalak dan PJU Korem ikut melengkapi barisan.

Prosesi berjalan cepat namun tertib. Tabur bunga dilakukan bergantian. Para prajurit menundukkan kepala. Setiap langkah terasa seperti pengingat: kemerdekaan tak lahir dari ruang kosong.

Ziarah ini memang tradisi tahunan. Namun tiap gelaran memiliki kesan sendiri. Tahun ini, suasana terasa lebih khidmad. Di antara nisan yang berjajar rapi, nilai keteladanan seakan kembali ditarik ke permukaan: keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan.

Bagi prajurit, momen ini tidak hanya sekadar ritual. Ia menjadi cermin untuk menakar pengabdian. Untuk mengukur sejauh mana warisan para pendahulu itu masih hidup dalam setiap langkah mereka.

 

Peringatan Hari Juang TNI AD dan ulang tahun Kodam tahun ini mematri pesan yang sama: semangat perjuangan tak boleh redup. Profesionalisme harus disertai karakter. Dan penghormatan kepada sejarah adalah pondasi untuk melangkah ke depan.

Di penghujung acara, rombongan kembali ke kendaraan masing-masing. Makam kembali sepi. Namun jejak hormat itu tertinggal di antara batu nisan, di dalam ingatan prajurit, dan di ruang sunyi sejarah yang terus dijaga. (*)