SIDOARJO, Suarakata.id – Langit Sidoarjo hari itu terasa sendu. Angin berembus pelan di Taman Makam Bahagia. Derap langkah prajurit terdengar teratur, memecah sunyi. Senin, 12 Januari 2026, menjadi hari perpisahan. Kolonel Laut (T) Lukman Chakim, S.T., M.Tr.Opsla., perwira terbaik TNI Angkatan Laut, diantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) V, Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., memimpin langsung upacara pemakaman militer. Ia bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara berlangsung khidmat. Tertib. Penuh duka yang tertahan. Di hadapan pusara, penghormatan terakhir diberikan. Sebagai wujud terima kasih negara atas pengabdian tanpa pamrih almarhum.
Kolonel Laut (T) Lukman Chakim dikenal sebagai perwira teknik yang tangguh. Profesional. Loyal. Berintegritas.
Selama menjabat sebagai Kepala Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Surabaya, ia mendedikasikan seluruh tenaga dan pikirannya demi kesiapan armada TNI AL.
Dalam sambutannya, Dankodaeral V menyampaikan duka cita mendalam. Bukan hanya sebagai pimpinan, tetapi sebagai sesama prajurit.

“Kehilangan ini bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga keluarga besar TNI Angkatan Laut. Almarhum adalah prajurit terbaik yang telah memberikan kontribusi besar bagi kesiapan teknis armada kita,” ujar Laksda TNI Ali Triswanto.
Suara tembakan salvo memecah udara. Bendera Merah Putih dilipat perlahan. Diserahkan dengan penuh hormat kepada keluarga.
Air mata keluarga yang ditinggalkan tak terbendung. Namun kebanggaan tetap menyertai. Sebab almarhum pergi dengan kehormatan tertinggi seorang prajurit.
Upacara pemakaman militer ini menjadi simbol penghargaan negara atas jasa, pengabdian, dan dharma bakti Kolonel Laut (T) Lukman Chakim kepada bangsa dan negara.
Jejak pengabdiannya akan tetap hidup. Menjadi teladan. Menjadi inspirasi. Bagi generasi penerus TNI Angkatan Laut. Selamat jalan, prajurit terbaik. Pengabdianmu abadi. (*)


Tinggalkan Balasan