JAKARTA, Suarakata.id—Ketika nama Bagus Sholeh Aristyawan kembali berkibar di pentas Asia Tenggara lewat raihan medali perunggu pada 47th SEASA Championship 2025 di Bangkok, Thailand, gema kebanggaan itu tak hanya terdengar di NTB, tetapi mengalir hingga ke pusat organisasi menembak nasional. Salah satu yang turut memberikan apresiasi mendalam adalah Sekretaris Jenderal PB Perbakin, Kolonel Inf Nova Ismailiyanto, S.I.P., M.KP.

Di balik gaya bicaranya yang tenang, Nova menyimpan keyakinan kuat bahwa prestasi tidak pernah lahir dalam ruang hampa. Ia mengenal perjalanan panjang pembinaan Perbakin, dan mengikuti langkah-langkah para atlet yang ditempa dalam latihan terpusat, kejuaraan berjenjang, hingga uji tanding di negara-negara maju.

Baginya, medali Bagus bukan hanya hasil bagus tetapi bukti bahwa sistem pembinaan yang dibangun dengan disiplin sedang berjalan pada jalurnya.

“Saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bagus Sholeh Aristyawan dan tim Perbakin Rinjani NTB. Prestasi ini adalah suara Indonesia yang menggetarkan lapangan tembak Asia. Dan suara itu lahir dari proses panjang, ketekunan, serta dedikasi tanpa henti,” ujar Kolonel Nova.

Sebagai sosok yang mengawal organisasi besar dengan 38 Pengprov, Nova memahami bahwa pembinaan tidak cukup dengan bakat. Harus ada arah, harus ada wadah, harus ada ritme latihan yang tidak pernah putus.

Sejak menjadi Ketua Badan Pengelola Lapangan Tembak PB Perbakin (2018–2022) hingga kini menjabat Sekjen PB Perbakin (2022–2026), ia terlibat dalam berbagai event nasional dan internasional, mulai ISSF Grandprix, PON Papua, Asian Games, Asian Championships, hingga Olimpiade Paris 2024.

Pengalaman panjang itulah yang membuatnya memahami makna sebuah medali lebih dalam daripada sekadar angka di papan skor.

“Setiap tembakan yang dilepaskan atlet kita adalah buah dari latihan sepanjang tahun. Dari kejuaraan nasional yang digelar setiap bulan. Dari keberanian bertarung di luar negeri, di panggung-panggung besar. Bagus adalah contoh nyata anak daerah yang ditempa dalam ritme pembinaan modern Perbakin,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Bagus bukan hanya milik Perbakin Rinjani NTB, tetapi milik Indonesia yang terus berupaya memperkuat ekosistem olahraga menembak.

Menurutnya, apa yang ditunjukkan Bagus bersama rekannya, Fany Febriana Wulandari, di nomor Shotgun Trap Mixed Team, adalah gambaran bahwa atlet Indonesia tidak kalah dari siapapun selama diberikan kesempatan, dukungan, dan jalur pembinaan yang tepat.

“Teruslah menembus langit prestasi. Indonesia menunggu tembakan-tembakan terbaik berikutnya. Perbakin akan selalu menjadi rumah yang mendukung kalian.” tegasnya.

Bagi Nova, setiap prestasi atlet adalah cerita tentang harapan. Tentang perjuangan diam-diam yang sering tidak terlihat. Tentang pagi yang diisi latihan, tentang kompetisi yang membentuk mental, dan tentang kepercayaan bahwa anak-anak Indonesia bisa berdiri sejajar dengan atlet mancanegara.

Bagus Sholeh Aristyawan prajurit TNI AD yang sederhana, disiplin, dan tidak banyak bicara hari ini telah menunjukkan itu. Dari Rinjani ia melangkah, dan kini namanya bergema di Asia Tenggara.

Di belakangnya, ada pembina, pengurus, dan sebuah ekosistem besar bernama Perbakin. Dan di dalamnya, ada sosok Sekjen yang percaya bahwa prestasi harus dirawat, bukan hanya dirayakan.

“Ini baru awal, bukan akhir. Jadikan medali ini pijakan untuk lebih tinggi lagi.” pesan Kolonel Nova mengakhiri. (*)