BANGKALAN,Suarakata.id – Kabupaten Bangkalan kembali menggelar Kerapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025 pada Minggu, 21 September 2025 di Stadion Kerapan Sapi R.P. Moch. Noer, Bangkalan.
Acara akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan puluhan pasangan sapi terbaik dari berbagai kecamatan di Bangkalan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim, bersama Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far, rencananya yang akan membuka langsung kegiatan yang menjadi ikon budaya Madura ini.
Rangkaian acara disiapkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapiejuga sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mengangkat potensi ekonomi masyarakat.
Kerapan sapi tidak hanya sekadar lomba adu cepat sapi, tetapi juga ritual budaya penuh makna. Para pemilik sapi biasanya menyiapkan hewan terbaiknya dengan perawatan khusus, mulai dari pola makan hingga latihan rutin.
Setiap pasangan sapi tidak hanya dinilai dari kecepatan, namun juga kekompakan dan ketangkasan joki dalam mengendalikan laju pacuan.
Tahun ini, ajang bergengsi tersebut juga dihadiri oleh Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, Pelindung dan Penasehat Paguyuban Pakar Sakera. Mayjen Farid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan budaya tahunan ini.
“Karapan sapi bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas masyarakat Madura. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Saya berharap Karapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025 dapat menjadi ajang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus sarana promosi budaya Madura ke tingkat nasional,” ujar Mayjen Farid.
Selain menjadi tontonan menarik, kejuaraan ini juga berdampak positif bagi perekonomian daerah. Pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pengrajin lokal turut merasakan keuntungan dari ramainya pengunjung.
Bagi wisatawan, ini adalah kesempatan langka untuk melihat dari dekat atmosfer khas Madura yang penuh energi dan semangat.
Dengan semaraknya Kerapan Sapi Piala Bupati Bangkalan 2025, tradisi Madura ini diharapkan terus lestari, mengakar kuat di hati masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang membawa Bangkalan semakin dikenal luas. (*)


Tinggalkan Balasan