SURABAYA, Suarakata.id – Pameran batik, bordir, dan aksesori kembali menjadi ruang temu antara kreativitas dan peluang ekonomi. Di tengah geliat tersebut, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD V Brawijaya bersama Dharma Pertiwi Daerah E turut ambil bagian dalam ajang Batik Bordir dan Aksesoris Fair yang digelar di Grand City Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Pameran yang berlangsung pada 6–10 Mei 2026 itu dibuka secara resmi oleh Arumi Bachsin Emil Dardak. Dalam sambutannya, Arumi menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur.
“Pameran ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan berbelanja sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal.

Kehadiran Persit KCK PD V/Brawijaya dan Dharma Pertiwi dalam pameran tersebut bukan hanya sekadar simbolis. Pengurus Persit KCK PD V/Brawijaya, Ny. Hany Agus, mewakili Ketua KCK PD V Brawijaya dan Dharma Pertiwi Daerah E Ny. Vira Rudy Saladin menyampaikan, bahwa partisipasi ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendorong kemajuan UMKM binaan.
“Kami hadir mewakili ibu Ketua Persit KCK PD V Brawijaya Ny Vira Rudy Saladin pada opening ceremony karena beliau sangat mendukungan para pelaku UMKM, khususnya binaan Persit,” tuturnya.
Salah satu produk yang ditampilkan adalah tenun khas Nusa Tenggara Timur dari UMKM binaan Persit KCK PD V/Brawijaya, yakni Pahsila Tenun dan UMKM Mith Lab.
Keterlibatan aktif juga ditunjukkan oleh pengurus Persit KCK lainnya, Ny. Dian Danang, yang turut menyiapkan stan pameran. “Kami terlibat langsung dalam proses persiapan hingga pelaksanaan, agar produk UMKM binaan bisa tampil maksimal dan menarik perhatian pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Protasius, pemilik Pahsila Tenun, mengaku bangga dan bersyukur atas pembinaan yang diberikan. “Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari binaan Persit KCK PD V/Brawijaya. Dukungan ini sangat berarti bagi perkembangan usaha kami,” ungkapnya.
Melalui pameran ini, sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Tak hanya memperkenalkan produk unggulan daerah, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. (*)


Tinggalkan Balasan