NTT, Suarakata.id — Menempuh perjalanan belasan jam melintasi lautan hingga jalur darat yang terik dan berliku tak menyurutkan langkah tim relawan AR Foundation. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan di Semarang, kali ini AR Foundation mengarahkan fokus kemanusiannya ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah berduka akibat musibah bencana alam.

Perjalanan kemanusiaan ini bukanlah hal yang mudah. Mengangkut ratusan paket bantuan langsung dari Kupang, tim harus menumpangi kapal feri selama 19 jam menuju Aimere, sebelum melanjutkan perjalanan darat menembus medan ekstrem selama 8 jam demi mencapai desa-desa terpencil.

Namun, lelah fisik seketika sirna begitu tim tiba di lokasi tujuan: Desa Satar Kampas, Satar Padut, dan Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kehangatan di Tengah Puing Bencana

Di balik duka dan puing-puing bangunan yang rata dengan tanah, relawan disambut dengan senyuman dan pelukan tulus dari warga setempat, terutama anak-anak. Keramahan warga desa menjadi penawar letih tersendiri bagi relawan yang bahkan harus rela menginap di rumah kayu milik warga hingga memanfaatkan fasilitas seadanya.

“Rasa capek itu langsung hilang karena kita berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menyerahkan bantuan secara bertatap muka. Anak-anak di sana sangat hangat, menempel dan memeluk kami sambil mengucapkan terima kasih dengan sangat sopan,” ungkap Julia, Founder AR Foundation.

Menjangkau Kebutuhan Mendesak dan Menyasar Kelompok Rentan

Dalam aksi peduli ini, AR Foundation menyalurkan sebanyak 350 paket bantuan. Bantuan difokuskan pada kebutuhan pokok yang sering terlewatkan, seperti pampers, susu, dan makanan bayi, di samping kebutuhan dasar lain seperti beras, bahan makanan kaleng, air bersih, obat-obatan, terpal, serta selimut tebal untuk menghalau dinginnya malam.

Tak hanya itu, AR Foundation juga menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga dari 13 korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana di ketiga desa tersebut.

Melihat kondisi di lapangan di mana satu tenda darurat harus dihuni hingga tiga kepala keluarga (sekitar 9 jiwa), AR Foundation menyoroti pentingnya penanganan jangka panjang dari pihak terkait.

“Kebutuhan paling mendesak saat ini eseha hunian layak dan air bersih. Rumah warga banyak yang luluh lantak rata dengan tanah. Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan eseha hunian agar esehatan fisik dan psikis masyarakat, terutama anak-anak, bisa segera pulih dari trauma,” tambah Julia.

Komitmen untuk Berkelanjutan

Kelancaran penyaluran bantuan ini tak lepas dari sinergi dan koordinasi yang baik antara tim AR Foundation, instansi BNPB setempat, ASDP Kupang, serta tokoh masyarakat setempat yang bahu-membahu menembus daerah terisolir.

Usai merampungkan misi kemanusiaan di NTT, AR Foundation bersiap untuk kembali melaju pada program utamanya, yaitu pemulihan kesehatan kulit bagi anak-anak di daerah-daerah pesisir. Melalui edukasi, pengobatan gratis, hingga pembangunan fasilitas penunjang, AR Foundation berkomitmen untuk terus hadir dan menebar manfaat di berbagai pelosok Nusantara.

Sementara itu, Nur (45), warga Desa Satar, menyampaikan rasa terima kasih kepada AR Foundation yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya meringankan kebutuhan warga, tetapi juga menjadi bukti kepedulian kepada masyarakat di daerah.

“Terima kasih AR Foundation atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ujarnya.

Ucapan serupa disampaikan Fitri (19), seorang mahasiswi. Ia mengaku senang mendapat perhatian dan bantuan dari AR Foundation.

“Terima kasih banyak AR Foundation. Semoga kebaikan ini dibalas dengan kebaikan yang lebih besar,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Mariam (17), seorang pelajar. Menurutnya, kehadiran AR Foundation memberikan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat.

“Terima kasih AR Foundation sudah datang dan memberikan bantuan kepada kami. Semoga selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam setiap langkahnya,” ucap Mariam. (*)