SURABAYA,Suarakata.id — Lapangan Tenis Brawijaya kembali menjadi panggung bagi para petenis dari berbagai penjuru dunia. Turnamen ITF Widjojo Soejono ke-43 Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (28/9/2026), menjadi salah satu momen yang paling dinantikan para atlet tenis untuk kembali menguji kemampuan, mengejar prestasi, sekaligus mengukir pengalaman di level internasional.
Turnamen yang digelar dalam rangka HUT ke-81 TNI tersebut berlangsung sejak 27 September hingga 3 Oktober 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan para petenis dari berbagai negara dan atlet nasional dalam semangat sportivitas serta persahabatan.
Kepala Jasmani Militer Kodam V Brawijaya (Kajasdam V Brawijaya), Kolonel Inf Agus Sulistyo, S.Sos., M.Si., mengatakan penyelenggaraan Turnamen ITF Widjojo Soejono merupakan bagian penting dalam memberikan ruang kompetisi bagi para atlet tenis, khususnya untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding.
“Turnamen ini menjadi momentum yang sangat baik bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka tidak hanya bertanding untuk meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah dan negara,” ujar Agus.
Antusiasme para atlet terlihat dari besarnya jumlah peserta yang ambil bagian. Sedikitnya 70 pemain ITF turut ambil bagian dalam turnamen internasional tersebut. Sementara itu, pada kategori nasional tercatat sekitar 400 pertandinganyang akan berlangsung selama penyelenggaraan turnamen.
Peserta internasional berasal dari 15 negara, menjadikan Turnamen ITF Widjojo Soejono ke-43 sebagai ajang yang memiliki daya tarik tersendiri bagi perkembangan tenis di Indonesia.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menekankan bahwa penyelenggaraan Turnamen ITF Widjojo Soejono bukan semata-mata menjadi agenda pertandingan tenis, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan ruang kompetisi yang sehat bagi para atlet untuk berkembang.
Menurutnya, kompetisi internasional seperti ini penting karena atlet membutuhkan pengalaman bertanding yang berkesinambungan. Dari kompetisi itulah kemampuan teknis, mental bertanding, kedisiplinan, sekaligus sportivitas dapat terus dibentuk.
“Turnamen ini diharapkan menjadi ruang bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental kompetisi, dan meraih prestasi. Kehadiran peserta dari berbagai negara juga menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional,” ujar Rudy Saladin.
Pangdam juga berharap semangat kompetisi tidak berhenti pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tenis dan mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
Bagi para atlet, kesempatan bertanding dalam turnamen ini menjadi lebih dari sekadar mengejar kemenangan. Setiap pertandingan menjadi ruang untuk mengukur perkembangan teknik, mental, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Tak heran jika turnamen ini menjadi momen yang begitu dinantikan. Setelah melalui proses latihan dan persiapan panjang, para petenis akhirnya mendapatkan kesempatan untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana pertandingan ini bisa memberikan pengalaman dan motivasi kepada para atlet. Kompetisi seperti ini dibutuhkan agar mereka terus berkembang dan memiliki mental bertanding yang semakin kuat,” ujar Agus menambahkan.
Untuk menjangkau seluruh rangkaian pertandingan, penyelenggaraan turnamen tidak hanya dipusatkan di Lapangan Tenis Brawijaya. Sejumlah venue turut digunakan, yakni Lapangan Tenis Unesa, Perum Pratama Wiyung, Lapangan Tenis Marinir, dan Lapangan Tenis PDAM.
Penggunaan sejumlah lapangan tersebut menunjukkan besarnya skala penyelenggaraan Turnamen ITF Widjojo Soejono tahun ini. Selama sepekan, berbagai pertandingan akan berlangsung dengan mempertemukan petenis nasional maupun internasional.
Lebih jauh, kehadiran para petenis dari 15 negara juga membawa pesan penting bahwa olahraga dapat menjadi jembatan yang mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda. Di tengah ketatnya persaingan di lapangan, para atlet tetap dipertemukan dalam semangat sportivitas dan penghormatan terhadap lawan.
Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 TNI, sekaligus mempertegas komitmen dalam mendukung pembinaan olahraga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga.
Pembukaan turnamen di Lapangan Tenis Brawijaya berlangsung tertib dan aman. Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir, di antaranya Irdam V/Brawijaya, Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya, Kajasdam V/Brawijaya, Kepala Kesbangpol Jawa Timur, serta Ketua KONI Jawa Timur.
Bagi para atlet yang turun bertanding, pekan ini bukan sekadar rangkaian pertandingan. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan hasil latihan, menantang batas kemampuan, dan menikmati kembali atmosfer kompetisi yang selama ini mereka tunggu.
Di atas lapangan, setiap servis, pukulan, dan perolehan angka akan menentukan perjalanan mereka. Namun di balik skor akhir, Turnamen ITF Widjojo Soejono ke-43 diharapkan tetap meninggalkan sesuatu yang lebih panjang: pengalaman, persahabatan, semangat berprestasi, dan dorongan untuk terus membawa tenis Indonesia berkembang ke level yang lebih tinggi. (Sarifah Latowa)


Tinggalkan Balasan