TRENGGALEK,Suarakata.id – Kehilangan seorang anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ibu. Terlebih, ketika sang anak berpulang saat menjalankan tugas negara. Di tengah suasana duka itulah, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto hadir menemui keluarga Sertu Anm Heri Prasetyo di Dusun Jatirejo, Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jumat, (6/11/2026).

Kedatangan Pangdam bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah V/Brawijaya dan rombongan bukan sekadar kunjungan takziah. Ada pesan kepedulian yang ingin disampaikan: keluarga prajurit yang gugur dalam tugas tidak dibiarkan menghadapi duka sendirian.

Di rumah duka, Pangdam disambut langsung oleh Suratmi, ibunda almarhum. Dalam suasana penuh haru, Pangdam menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sertu Anm Heri Prasetyo merupakan Bafourier Siud Heli Serbu 1 Flight Heli B Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad. Ia meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter HA-5235/MI-17V5A di wilayah Bandara Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Saat peristiwa itu terjadi, almarhum tengah menjalankan misi kemanusiaan dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama awak helikopter lainnya, ia bertugas mendukung pemadaman melalui metode water bombing.

Tugas tersebut bukan pekerjaan biasa. Di tengah ancaman kebakaran dan medan operasi yang penuh tantangan, para prajurit hadir untuk membantu mengatasi bencana yang berdampak pada kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Ketua Persit KCK Daerah V/Brawijaya hadir menyampaikan belasungkawa sekaligus menguatkan keluarga Sertu Anm Heri Prasetyo, prajurit yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.(Foto Dok Pendam V Brawijaya)

Pengabdian itu pula yang membuat kepergian Heri meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI Angkatan Darat.

Sebagai bentuk perhatian kepada keluarga, Pangdam menyerahkan santunan kepada Suratmi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian pimpinan terhadap keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Kehadiran pimpinan di rumah duka juga membawa makna tersendiri. Di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, ada ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga antara prajurit, pimpinan, dan keluarga besar TNI AD.

Sejumlah pejabat turut mendampingi kunjungan tersebut, di antaranya Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si., M.Han., Kolonel Inf Tomy Radya Diansyah Lubis, S.A.P., M.Han., serta Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si. Hadir pula jajaran Kodam V/Brawijaya dan Kodim 0806/Trenggalek.

Kepedulian juga datang dari unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi, S.T., S.H., M.H., tokoh masyarakat Samudi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Gandusari turut hadir menyampaikan dukungan kepada keluarga almarhum.

Pertemuan itu menjadi gambaran bahwa duka atas gugurnya seorang prajurit tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan institusi tempatnya bertugas. Masyarakat juga turut memberikan penghormatan atas pengabdian yang telah dilakukan.

Bagi TNI AD, tugas seorang prajurit tidak berhenti pada tanggung jawab di medan operasi. Ada keluarga yang turut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian tersebut. Karena itu, perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan merupakan bagian dari ikatan kekeluargaan yang harus terus dijaga.

Kepergian Sertu Anm Heri Prasetyo menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan terkadang menuntut pengorbanan besar. Ia gugur ketika menjalankan misi membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

Kini, di rumah sederhana di Trenggalek, yang tersisa adalah kenangan dan duka seorang ibu atas kepergian putranya. Namun, pengabdian Heri tidak berhenti pada kabar kepergiannya. Ia menjadi bagian dari catatan pengorbanan prajurit yang menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kunjungan tersebut, Pangdam V/Brawijaya berharap kehadiran dan dukungan yang diberikan dapat menjadi penguat bagi keluarga dalam melewati masa sulit. Sebab, ketika seorang prajurit gugur dalam tugas, keluarga yang ditinggalkan tetaplah bagian dari keluarga besar TNI yang harus dirangkul dan diperhatikan. (*)