Ngada, NTT, Suarakata.id – Semangat sepak bola terus menyala dari Lapangan Watutura, Kabupaten Ngada. Ratusan pasang mata larut menyaksikan laga final turnamen yang berlangsung sengit.

Di balik riuh sorak penonton, tumbuh harapan besar agar dari lapangan sederhana itu lahir pesepak bola yang kelak mengharumkan nama Flores.

Turnamen ditutup dengan penyerahan trofi kepada para pemenang. SDIBOL FC dari Kecamatan Maponggo, Kabupaten Nagekeo keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih Demolo FC dari Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, disusul Putra Nagekeo FC dari Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo sebagai juara ketiga.

Sementara Satria Putra Ngada FC dari Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada menempati peringkat keempat.

Harapan itu semakin menguat setelah Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A. memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen. Perhatian yang ia berikan menjadi penyemangat bagi panitia, pemain, dan masyarakat yang sejak awal bergotong royong menyukseskan ajang olahraga tersebut.

Ketua Panitia Turnamen, Gusti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Mayjen TNI Farid Makruf terhadap perkembangan sepak bola di Ngada.

Menurutnya, perhatian itu menjadi motivasi besar bagi masyarakat untuk terus membina bibit-bibit atlet sejak usia muda.

Melalui pesan yang disampaikan kepada panitia, Farid Makruf juga menitipkan salam hangat kepada seluruh masyarakat Watutura.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat Watutura, terima kasih kami atas semangatnya untuk berolahraga dan kerja samanya,” ujar Farid Makruf, Senin (13/7/2026).

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk kembali mendukung turnamen tersebut pada tahun mendatang.

“Kami siap mendukung kegiatan ini di tahun depan. Semoga lebih meriah dan dari turnamen ini lahir atlet-atlet sepak bola yang handal,” katanya.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras hingga turnamen dapat berlangsung dengan sukses.

“Terima kasih juga untuk Pak Gusti dan seluruh panitia yang sudah bekerja keras menyukseskan turnamen ini,” ucapnya.

Bagi Farid Makruf, kemenangan dalam turnamen tidak hanya sekadar soal siapa yang mengangkat trofi. Lebih dari itu, kemenangan sesungguhnya adalah lahirnya generasi muda yang berani bermimpi dan terus berjuang menggapai prestasi.

“Siapa pun pemenangnya, saya mengucapkan selamat. Pemenangnya adalah masyarakat Flores, karena anak-anak ini adalah talenta terbaik yang kelak akan mengharumkan Nusa Bunga. Teruslah berlatih dan kembangkan semangat untuk berprestasi setinggi-tingginya,” pesannya.

Mendengar pesan tersebut, Gusti menyatakan siap meneruskannya kepada seluruh masyarakat yang memadati Lapangan Watutura.

“Siap, Bapak. Semua pesan akan kami sampaikan kepada panitia dan seluruh masyarakat Ngada,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini warga dari Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo sedang menikmati laga final yang berlangsung seru dan penuh sportivitas.

“Terima kasih banyak, Pak Jenderal, atas semua dukungannya. Semua arahan Bapak akan saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Ngada dan Nagekeo yang saat ini memadati Lapangan Watutura. Kami sedang menyaksikan pertandingan final yang sangat seru. Salam dan doa kami selalu menyertai Bapak Jenderal beserta keluarga,” tutup Gusti.

Ajang ini menjadi ruang untuk memupuk semangat, mempererat kebersamaan, dan menyalakan mimpi. Sebab, dari lapangan sederhana di Flores inilah harapan akan lahirnya pesepak bola masa depan Indonesia mulai ditanam. (*)