Lamongan,Suarakata.id – Pagi di Desa Telemang tak lagi hanya diwarnai aktivitas para petani yang berangkat ke sawah. Suara alat kerja dan semangat gotong royong kini menjadi penanda dimulainya perubahan di desa tersebut.
Melalui program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, Kodim 0812/Lamongan mulai menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Pembangunan dimulai dari rabat beton Jalan Usaha Tani (JUT). Bagi warga Telemang yang sebagian besar bekerja sebagai petani, jalan ini menjadi akses utama mengangkut hasil panen.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak membuat biaya angkut meningkat dan hasil panen sulit dipasarkan.
Kini harapan itu mulai tumbuh. Jalan yang lebih baik diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, memangkas biaya transportasi, serta meningkatkan nilai jual panen. Perubahan sederhana yang akan berdampak besar terhadap ekonomi keluarga petani.
Tak hanya membangun jalan, Pra TMMD juga mengerjakan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Program ini menjadi jawaban bagi warga kurang mampu yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Rumah yang layak itu menjadi tempat bertumbuhnya rasa aman, kesehatan, dan harapan bagi setiap anggota keluarga.
Di sektor pertanian, pembangunan saluran irigasi juga mulai dikerjakan. Ketersediaan air yang lebih lancar akan membantu petani menjaga produktivitas sawah, terutama saat musim kemarau. Irigasi yang baik menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan desa.

Pra TMMD juga memperhatikan kebutuhan ruang sosial masyarakat. Lapangan voli dibangun sebagai sarana olahraga sekaligus tempat berkumpul warga.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya semangat sportivitas, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi wadah aktivitas positif bagi generasi muda.
Komandan Kodim 0812/Lamongan menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar membangun jalan atau mendirikan bangunan fisik.
“TMMD bukan hanya soal memindahkan material atau mengubah bentang alam sebuah desa. Ini adalah tentang menghadirkan negara di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta bergotong royong menyalakan harapan menuju desa yang lebih mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Telemang perlahan menunjukkan wajah baru. Setiap jalan yang dibangun, rumah yang diperbaiki, saluran irigasi yang mengalir, hingga lapangan olahraga yang berdiri menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya mengubah bentuk desa, tetapi juga menumbuhkan optimisme warganya.
Pra TMMD ke-129 menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah desa selalu dimulai dari kebersamaan. Ketika negara dan rakyat bekerja dalam satu semangat, harapan yang dulu terasa jauh perlahan berubah menjadi kenyataan. (*)


Tinggalkan Balasan