MATARAM, Suarakata.id – Sebanyak 12 atlet tembak reaksi dari Perbakin Rinjani Shooting Club (SC) resmi diberangkatkan ke Depok, Jawa Barat, untuk berlaga di Kejuaraan Nasional IPSC Level III Kapolri Cup 2025.
Kejuaraan bergengsi ini digelar 17–20 Juli di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, markas besar Korps Brimob Polri, Kelapa Dua.
Ratusan atlet dari seluruh Indonesia bersaing. Tapi kontingen dari NTB ini membawa tekad berbeda: pulang bawa medali.
Dari Sipil, Polri, hingga Dokter
12 nama yang berangkat adalah gabungan atlet sipil dan anggota Polri. Mereka berasal dari berbagai satuan, Polda NTB, Polres Loteng, hingga Polresta Mataram. Bahkan ada seorang dokter dalam tim.
Mereka terbagi dalam lima divisi:
Divisi Production: I Gede Sentana, Hadi Ramdani, Singgih Saputra, Rahmat Hidayat. Sementara itu Divisi Standard: M. Farhan Arrafi, Abisatya Darma Wiryatmaja, Putu Adi Sutha Tanaya, Az Muttakim
Kemudian, Divisi Open: Ihsan Bachtiar, dr. Wahyu Nur Chalamsyah. Divisi PCC Optic: Abdul Rachman Virga, dan Divisi Production Optic: Irfanullah.
Mereka adalah penembak-penembak pilihan. Aktif ikut kejuaraan. Tak asing dengan tekanan. Dan kini, siap berlaga di panggung nasional.
Latihan Tak Main-Main
Sekretaris Perbakin Rinjani SC, Giat Swasto, menyebut para atlet sudah digembleng habis-habisan.
“Mereka semua siap bertarung di podium,” tegasnya.
Menurutnya, latihan bukan cuma soal teknik. Tapi juga mental. Karena di lapangan, hanya sepersekian detik yang menentukan.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Tembak Reaksi Pengprov Perbakin NTB, H.M. Izzul Islam, menyatakan harapannya. “Kami ingin mereka pulang dengan medali. Membanggakan NTB,” harapnya.
Dapat Restu Sang Jenderal
Mereka juga tak berangkat tanpa restu. Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, MA, yang kini menjabat sebagai pembina Rinjani SC, memberi dukungan penuh.
Ia bukan nama asing bagi NTB. Pernah menjabat Danrem 162/Wira Bhakti. Ia tahu betul semangat para atlet ini.
“Saya melihat sendiri kesungguhan mereka sejak dulu. Baik dari sipil, TNI, maupun Polri,” katanya.
Bagi sang jenderal, Kapolri Cup bukan hanya ajang kompetisi. Tapi juga panggung ujian mental dan teknik.
“Saya doakan mereka sukses. Dan pulang membawa kebanggaan untuk NTB.”
Kapolri Cup 2025 bukan turnamen biasa. Ini ajang penting dalam kalender olahraga tembak reaksi nasional. Tempat seleksi menuju Pelatnas. Bahkan pemanasan untuk Kejuaraan Dunia IPSC.
Siapa pun bisa ikut. Asal terdaftar resmi di bawah naungan PERBAKIN. Baik dari kalangan sipil maupun anggota Polri.
Namun lebih dari itu, turnamen ini juga jadi ajang silaturahmi. Antar klub. Antar daerah. Antar institusi. Semoga pulang membawa medali. Dan pulang membawa cerita. (*)


Tinggalkan Balasan