SURABAYA, Suarakata.id – Irdam V Brawijaya mewakili Pangdam V Brawijaya hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinkronisasi Tata Ruang Pertahanan Tahun 2025 di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu, (12/11/2025).
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ini dipimpin oleh Deputi Bidang Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wargono.
Rakornas tahun ini mengangkat tema “Sinkronisasi Tata Ruang Pertahanan Tahun 2025” sebuah upaya penting untuk menyatukan kebijakan tata ruang nasional dan daerah agar selaras dengan kepentingan pertahanan negara.
Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Gubernur Jawa Timur yang diwakili Kabakesbangpol Eddy Supriyanto menegaskan pentingnya integrasi antara pembangunan daerah dan aspek pertahanan.
“Pertahanan bukan hanya urusan militer, tetapi menjadi bagian dari setiap kebijakan pembangunan yang berpihak pada kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Mayjen TNI Purwito Hadi Wargono dalam arahannya menekankan makna sinergi lintas sektor.
“Kolaborasi antarinstansi adalah kunci. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi roh dalam setiap kebijakan agar Indonesia kuat, bersatu, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Berbagai paparan disampaikan oleh perwakilan Kementerian Pertahanan, Bappenas, dan Kementerian ATR/BPN.

Diskusi mengerucut pada pentingnya integrasi tata ruang darat, laut, dan udara yang memperkuat pertahanan nasional, serta mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam penataan ruang yang adaptif terhadap tantangan geopolitik dan bencana.
Di akhir kegiatan, Mayjen TNI Purwito menegaskan komitmen tindak lanjut hasil Rakornas. “Sinergi ini tidak boleh berhenti di forum ini saja. Harus ada langkah nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, IRDAM V Brawijaya Brigjen TNI Ramli, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat pertahanan.
“Kolaborasi itu kuncinya. Tidak ada kekuatan pertahanan yang berdiri sendiri. Ketika seluruh elemen bangsa berjalan seirama, di situlah ketahanan nasional benar-benar kokoh,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan Rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa pertahanan negara harus terintegrasi dengan kebijakan pembangunan wilayah.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga menjaga keberlanjutan dan keamanan wilayah. Karena membangun tanpa mempertahankan, sama saja membuka ruang bagi kerentanan,” tutup Brigjen Ramli.
Rakornas ini menjadi momentum memperkuat kesadaran bersama bahwa pertahanan negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Sinkronisasi tata ruang pertahanan tidak hanya soal soal peta dan wilayah, tetapi tentang bagaimana setiap jengkal tanah Indonesia menjadi bagian dari kekuatan nasional yang menjaga kedaulatan dan masa depan negeri. (*)


Tinggalkan Balasan