SEMARANG,Suarakata.id – Upaya tegas menjaga kedaulatan hukum dan melindungi masyarakat kembali ditunjukkan oleh TNI Angkatan Laut. Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang di bawah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang melaksanakan pemusnahan bawang bombay impor ilegal dalam jumlah besar, Senin (26/1/2026).
Ribuan karung bawang bombay yang tersusun rapi itu menjadi saksi nyata keseriusan aparat dalam memerangi praktik penyelundupan. Sebanyak 6.171 karung dengan total berat sekitar 133,5 ton dimusnahkan berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Semarang Nomor I/Pen Mus.BB/2026/PN Semarang tertanggal 21 Januari 2026.
Pemusnahan dilakukan di Instalasi Karantina Hewan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, kawasan Genuk, Kota Semarang, dengan pengamanan dan pengawasan ketat lintas instansi.
Keterlibatan Lanal Semarang dalam kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Kehadiran unsur TNI AL menunjukkan peran aktif dalam mengamankan jalur masuk barang melalui pelabuhan dan wilayah maritim, yang kerap menjadi celah bagi masuknya barang selundupan.
Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kekuatan utama dalam memutus mata rantai peredaran barang ilegal.
“Pengawasan yang ketat dan kerja sama yang solid adalah kunci. Barang ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pemusnahan barang bukti, kegiatan ini diharapkan memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundupan sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik bahwa negara hadir dan bertindak tegas dalam melindungi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Komandan Kodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, menekankan pentingnya soliditas seluruh aparat penegak hukum dan instansi terkait. Menurutnya, pengamanan jalur distribusi dari peredaran barang ilegal merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keselamatan masyarakat.
“Sinergi yang kuat adalah benteng utama dalam melindungi wilayah dan memastikan hukum benar-benar ditegakkan,” tegasnya.
Pemusnahan ratusan ton bawang bombay ilegal ini menjadi pesan jelas bahwa praktik penyelundupan tidak mendapat ruang di wilayah Jawa Tengah, sekaligus menegaskan komitmen TNI AL bersama Forkopimda dalam menjaga kedaulatan hukum dan kepentingan rakyat. (*)


Tinggalkan Balasan