BANGKALAN,Suarakata.id — Lepasnya kanopi atau atap spandex di teras depan bangunan KDKMP Desa Pangaleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Senin (25/5/2026), menjadi perhatian aparat kewilayahan dan pemerintah desa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut langsung mendapat penanganan cepat guna memastikan keamanan warga dan kelanjutan proses pembangunan.

Dandim 0829/Bangkalan, Nanang Fahrur Rozi, menegaskan bahwa kejadian tersebut dipicu kombinasi faktor cuaca ekstrem dan persoalan teknis pada konstruksi pengunci kanopi.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Bangkalan dalam beberapa hari terakhir mempengaruhi kekuatan dudukan baut pengikat rangka.

“Kami menyampaikan kejadian ini memang benar terjadi. Dari hasil pengecekan sementara, terdapat faktor cuaca berupa hujan deras yang mempengaruhi kekuatan dudukan kanopi. Saat ini langkah perbaikan dan evaluasi teknis sedang dilakukan agar konstruksi bangunan menjadi lebih kuat dan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya aspek teknis yang turut memperparah kondisi konstruksi. Ia menyebut, beban kanopi yang cukup berat tidak diimbangi dengan pemasangan dynabolt yang menancap kuat ke struktur tembok.

“Kanopi ini sebenarnya sudah sesuai spesifikasi. Namun karena beban cukup berat, dynabol yang dipasang terlalu pendek sehingga tidak masuk ke tembok dengan kuat. Ditambah getaran jalan nasional dan kondisi tanah merah yang basah akibat hujan berhari-hari, membuat ikatan baut melemah,” jelasnya.

Menurut Dandim, warga sebenarnya sempat melihat adanya getaran atau goyangan pada kanopi sehari sebelum kejadian. Namun kondisi tersebut tidak segera dilaporkan sehingga langkah antisipasi belum sempat dilakukan lebih awal.

“Warga sempat melihat goyangan sehari sebelumnya, namun tidak melaporkan. Untungnya rangka utama kanopi tidak rusak, hanya sambungan penguncinya yang terlepas,” tambahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui seorang warga bernama Udin yang melihat posisi kanopi bergeser sebelum akhirnya jatuh di area teras bangunan sekitar pukul 11.30 WIB. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Pangaleyan, Zaiqulhak Alfarizi, yang langsung berkoordinasi dengan Babinsa setempat untuk melakukan pengecekan di lokasi.

Pasca kejadian, aparat gabungan bersama pemerintah desa bergerak cepat mengamankan area dan melakukan penataan material yang terdampak. Evaluasi teknis juga langsung dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur bangunan sebelum proses pembangunan dilanjutkan kembali.

Dandim menegaskan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting agar seluruh proses pembangunan fasilitas pelayanan masyarakat benar-benar memperhatikan aspek keamanan konstruksi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kami ingin memastikan bangunan ini nantinya benar-benar aman digunakan masyarakat. Karena itu evaluasi teknis dilakukan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)