SUMATRA,Suarakata.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Kabupaten Agam, Kamis pagi, 4 Desember 2025. Di hadapannya, hamparan lumpur, rumah yang porak-poranda, dan batang-batang kayu raksasa menjadi saksi betapa dahsyat banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan ini sepekan terakhir.

Kunjungan ini, menurut Wapres, adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto, memastikan seluruh langkah penanganan dipercepat mulai dari pembukaan akses, distribusi bantuan logistik, hingga pemulihan layanan dasar.

Desa Salareh Aia menjadi titik pertama yang ditinjau. Jalan menuju desa itu masih terputus, memaksa rombongan melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor.

Di sepanjang jalan, sisa-sisa bencana masih jelas terasa. Lumpur setinggi betis, bangunan yang nyaris hilang bentuk, dan pemukiman warga yang tak lagi bisa dihuni.

Geografis desa yang berada di cekungan perbukitan menjadikan wilayah ini titik tumpukan material banjir. “Kami ingin memastikan semua penanganan berjalan cepat,” ujar Wapres usai meninjau.

Memastikan Warga Tertangani

Dari desa itu, Wapres bergerak ke dapur umum dan posko pengungsian yang dikelola Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Ia memeriksa alur distribusi makanan, sanitasi darurat, hingga ketersediaan layanan untuk kelompok rentan.

Gibran berbincang dengan pengungsi, mendengar keluhan mereka, lalu membagikan bantuan sembako, selimut, perlengkapan kebersihan, hingga mainan untuk anak-anak.

“Salam hangat dari Bapak Presiden Prabowo,” katanya kepada warga. “Bapak-Ibu tidak sendiri. Kami sudah diperintah untuk mempercepat seluruh proses pemulihan.”

Wapres menegaskan bantuan logistik akan terus didorong melalui jalur darat, laut, dan udara. Ia juga meminta agar perbaikan jalan, jembatan, puskesmas, dan jaringan komunikasi segera dieksekusi agar distribusi BBM dan logistik tidak tersendat.

“Mohon diperhatikan warga pengungsian: makan tiga kali sehari, air bersih, tenda, terutama lansia, balita, dan ibu hamil,” pesan Gibran kepada para petugas di lapangan.

Semua masukan warga, katanya, akan dibawa pulang dan segera dilaporkan kepada Presiden.

Bupati Agam Benni Warlis melaporkan bahwa beberapa kecamatan masih terisolasi akibat longsor. Sejumlah korban juga belum ditemukan.

“Kami butuh tambahan alat berat untuk pencarian dan pembukaan akses,” ujarnya. Ia menyebut Agam sebagai wilayah dengan risiko banjir dan longsor yang tinggi.

Kehadiran Wapres, kata Benni, memberi dorongan moral bagi warga yang tengah berduka. “Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat, karena daerah tidak akan mampu menangani ini sendirian.”

Hingga hari ini, korban meninggal mencapai 132 orang, sementara 71 warga masih hilang. Ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Lanjut ke Daerah Lain

Usai peninjauan di Agam, Wapres bergerak menggunakan helikopter Super Puma menuju Tapanuli Selatan, yang juga terdampak banjir dan longsor. Dalam satu hari, ia mengunjungi tiga provinsi untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan sesuai arahan Presiden. (*)