SURABAYA, Suarakata.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis Kodam V/Brawijaya dalam menopang keberhasilan berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri penutupan Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun Anggaran 2026 Kodam V/Brawijaya di Balai Prajurit Makodam, Selasa (3/3/2026).
Menurut Khofifah, kontribusi Kodam tidak sebatas menjaga stabilitas keamanan. Keterlibatan aktif prajurit juga terlihat dalam penguatan ketahanan pangan, dukungan pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program sosial kemasyarakatan.
“Saya mengakui Pangdam V/Brawijaya beserta jajaran telah banyak membantu menyukseskan program pemerintah pusat, salah satunya pemenuhan target LTT di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa sinergi yang solid antara TNI dan pemerintah daerah, sejumlah program strategis tidak akan berjalan optimal. “Tanpa kolaborasi yang kuat, pemerintah daerah tentu tidak dapat berbuat banyak. Terima kasih Pak Pangdam,” katanya.

Bagi Pemprov Jatim, stabilitas keamanan dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi pembangunan. Dalam konteks itu, Kodam V/Brawijaya dinilai bukan sekadar institusi pertahanan, melainkan mitra strategis pembangunan daerah.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan Rapim 2026 menjadi momentum konsolidasi untuk menerjemahkan kebijakan TNI AD ke dalam langkah konkret di wilayah Jawa Timur. Mengusung tema “Kodam V/Brawijaya Hadir untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju”,
Ia meminta seluruh jajaran memberikan dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah. Mulai dari Makan Bergizi Gratis, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga pembinaan generasi muda.
Rapim yang merupakan tindak lanjut Rapim TNI AD di Mabesad pada Februari lalu itu menjadi forum penyatuan visi dan langkah seluruh satuan.
Pangdam menekankan implementasi program kerja dan anggaran 2026 harus dilakukan secara efektif, efisien, dan akuntabel, disertai penguatan soliditas internal serta sinergi dengan pemerintah daerah.

Empat fokus utama dirumuskan untuk tahun 2026. Pertama, dukungan terhadap program prioritas nasional, terutama Makan Bergizi Gratis dan ketahanan pangan, dengan pendampingan aktif satuan komando kewilayahan.
Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan di daerah terpencil, sebagai wujud kemanunggalan TNI dan rakyat.
Ketiga, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Keempat, pembinaan generasi muda melalui Korps Kadet Republik Indonesia guna memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan.
“Semua harus dijalankan cepat, tepat, dan terukur,” tegas Rudy.
Ia juga menempatkan satuan komando kewilayahan sebagai garda terdepan pelaksanaan program. Pemahaman karakter wilayah menjadi kunci agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran, terutama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Pangdam mengingatkan pentingnya tata kelola anggaran yang bertanggung jawab. “Setiap rupiah adalah tanggung jawab moral,” ujarnya.
Isu non-militer turut menjadi perhatian, mulai dari disinformasi, radikalisme, hingga judi online yang dinilai berpotensi menggerus moral prajurit.
Deteksi dini dan pembinaan satuan harus dilakukan secara komprehensif, disertai latihan yang bertahap dan berkelanjutan untuk menjaga kesiapsiagaan, baik dalam operasi militer maupun penanggulangan bencana.
Rapim ditutup dengan penegasan agar seluruh hasil forum segera diimplementasikan hingga ke tingkat prajurit paling bawah.
“Kesamaan visi dan persepsi harus diteruskan sampai ke lapangan,” kata Pangdam.
Kehadiran Gubernur Khofifah dalam penutupan Rapim menjadi simbol kuatnya sinergi antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pembangunan di Jawa Timur. (*)


Tinggalkan Balasan