JAKARTA, Suarakata.id — Ruang auditorium Lemhannas RI pagi itu terasa berbeda. Kursi-kursi peserta penuh oleh wajah-wajah yang telah ditempa pengalaman panjang: pejabat pusat, daerah, unsur TNI–Polri, akademisi, hingga tokoh strategis dari berbagai latar belakang profesi berbeda yang saat ini sedang menempuh pendidikan pemantapan pimpinan nasional (P3N). Hari ini mereka berkumpul untuk satu tujuan, melaksanakan acara pembukaan Olah Sistem Manajemen Nasional (Olah Sismennas) IV Program Tahun Anggaran 2025.
Di tengah suasana serius, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A., Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI, yg saat itu mendampingi Deputi Pendidikan; Marsda Ir. Bob Panggabean, memberikan pandangan yang langsung menancap pada inti persoalan kebangsaan: “Olah Sismennas tidak hanya sekadar latihan. Ini adalah ruang untuk menajamkan intuisi kepemimpinan nasional, membaca tanda-tanda zaman, dan melatih kemampuan mengambil keputusan saat negara menghadapi tekanan krisis yang nyata,” ujarnya.
Olah Sismennas merupakan salah satu metode pelatihan khas Lemhannas RI yang dirancang untuk menghubungkan kebijakan pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serta masyarakat, agar menghasilkan keputusan yang sinergis dan berdampak luas bagi rakyat.
Melalui simulasi, peserta ditantang menghadapi dinamika pembangunan nasional yang kompleks faktor internal, tekanan global, perubahan lingkungan strategis, hingga konflik kepentingan antar sektor.
Mayjen TNI Dr. Farid Makruf menegaskan bahwa pemimpin Indonesia perlu dilatih dalam ruang yang menghadirkan “kondisi mendekati kenyataan.”
“Keputusan strategis tidak boleh lahir dari ruang hampa. Ia harus bertemu dengan data, realitas lapangan, dan keberanian moral. Itulah yang dilatih dalam Olah Sismennas,” ungkapnya.

Tiga Tahap Besar yang Menentukan
Materi inti Olah Sismennas IV yang digunakan oleh para peserta P3SN XXVI dibangun melalui tiga tahap utama:
1. Perencanaan
Tahap ini diawali dengan penerimaan direktif Pimpinan Umum Lemhannas. Dari sini lahir: Pembentukan Staf Perancang Olah Sismennas (SPO), Penyusunan Pokok-Pokok Garis Besar Olah Sismennas (RGB).
Tahapan ini memastikan seluruh peserta memahami peta persoalan bangsa yang akan disimulasikan.
2. Persiapan
Pada tahap ini dilakukan: Distribusi naskah Buku I, II, IIIA, IIIB. Penataran bagi Pengendali, Pengawas, Penilai, Pendukung, dan Pelaku. Hal ini untuk memastikan agar setiap peserta harus menguasai skenario, tata urut, sampai instruksi keputusan.
3. Pelaksanaan
Inilah tahap yang paling menegangkan karena peserta menghadapi simulasi krisis nasional. Dimulai dari peserta menerima Rencana Informasi Olah Sismenas (RIOS) yg berisi informasi yg mensimulasikan kondisi negara dalam krisis dan bagaimana kerjasama antar kementerian harus memecahkan masalah tersebut dipimpin oleh presiden.
Membangun Ketangguhan Pemimpin Masa Depan
Bagi Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, Olah Sismennas adalah media untuk menyiapkan pemimpin Indonesia yang tangguh, lentur, dan berani mengambil keputusan di tengah tekanan.
“Indonesia butuh pemimpin yang mampu melihat jauh ke depan, namun kaki tetap menapak pada realitas rakyat. Sismenas melatih itu: kemampuan berpikir lintas sektor, memetakan alur kebijakan, dan menyatukan kepentingan tanpa kehilangan arah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa di era perubahan global yang tidak menunggu siapa pun, pemimpin nasional wajib memiliki ketajaman analitis, ketenangan menghadapi turbulensi, dan komitmen terhadap kepentingan publik.
Olah Sismennas IV membawa peserta P3SN XXVI masuk ke ruang simulasi yang dirancang mendekati kondisi nyata: krisis energi, ketahanan pangan, sumber daya alam, stabilitas politik, diplomasi strategis, hingga ancaman non-militer.
Setiap keputusan peserta dicatat, dinilai, dan dievaluasi. Setiap kesalahan menjadi pembelajaran.
Setiap rekomendasi menjadi gambaran kualitas kepemimpinan.
Di sinilah esensi latihan ini: melihat bagaimana pemimpin merespons tekanan waktu, kelangkaan data, benturan kepentingan, dan perubahan situasi yang cepat.
Pembukaan Olah Sismennas IV P3SN XXVI adalah penanda dimulainya proses penting menempa pemimpin nasional masa depan Indonesia.
Di Lemhannas, peserta tidak hanya belajar bagaimana menjadi pemimpin yang cerdas, tetapi juga bagaimana menjadi pemimpin yang membawa warna positif dalam kepemimpinannya.
Seperti kata Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A;
“Pemimpin yang kuat bukanlah yang tidak pernah salah, tetapi yang mampu membaca situasi, mendengar rakyat, dan mengambil keputusan untuk kepentingan bangsa. Itulah yang kami latih dalam Sismennas.” tutupnya. (*)


Tinggalkan Balasan