MATARAM,Suarakata.id — Arena menembak Porprov XII NTB 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan. Ada ketenangan. Ada disiplin. Ada persaudaraan.
Pertandingan berjalan lancar, tertib, dan aman. Para atlet beradu kemampuan dengan tetap menjaga sportivitas.
Mereka datang untuk menang. Tetapi tidak dengan mengorbankan rasa hormat.
Suasana itu menjadi catatan penting di tengah dinamika Porprov XII NTB 2026 yang di sejumlah cabang olahraga sempat diwarnai ketegangan.
Cabor menembak justru menunjukkan wajah lain dari sebuah kompetisi.
Bahwa persaingan tidak harus melahirkan permusuhan. Bahwa kemenangan tidak harus membuat seseorang lupa diri.
Dan kekalahan tidak harus menjadi alasan untuk kehilangan semangat.
Sebanyak 40 nomor pertandingan diperlombakan. Para petembak dari berbagai daerah di NTB ikut ambil bagian.
Yang paling menggembirakan adalah munculnya sejumlah atlet muda.
Mereka datang dengan keberanian. Mereka belajar menghadapi tekanan. Mereka belajar menjaga fokus.
Lebih dari itu, mereka sedang belajar menjadi atlet yang matang.
Kehadiran mereka menjadi harapan bagi regenerasi olahraga menembak NTB. Sebab, prestasi tidak lahir dalam satu pertandingan.
Prestasi dibangun dari latihan yang panjang. Dari disiplin yang terus dijaga. Dari kegagalan yang diterima dengan lapang.

Dukungan Mayjen TNI Dr Farid Makruf M.A
Proses itu membutuhkan dukungan. Salah satunya datang dari Mayjen TNI Farid Makruf, selaku Pembina Perbakin Rinjani SC.
Dukungan tersebut tidak semata diarahkan untuk mengejar medali. Ada perhatian yang lebih besar.
Yakni membangun mental atlet. Menanamkan disiplin. Dan memberi keyakinan kepada atlet muda bahwa mereka memiliki masa depan.
Farid Makruf mendorong para atlet untuk tidak mudah menyerah ketika hasil belum sesuai harapan.
“Jangan takut kalah. Yang penting terus berlatih, disiplin, dan jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Prestasi itu lahir dari proses.”
Pesan itu sederhana. Namun, bagi seorang atlet muda, pesan tersebut bisa menjadi kekuatan. Karena tidak setiap pertandingan berakhir dengan kemenangan.
Ada saatnya target meleset. Ada saatnya lawan lebih unggul. Ada saatnya hasil tidak sesuai harapan.
Tetapi semua itu adalah bagian dari perjalanan. Yang terpenting adalah tetap berdiri. Kembali berlatih. Dan mencoba lagi.
Dukungan seorang pembina menjadi penting dalam proses tersebut. Atlet membutuhkan orang-orang yang percaya kepada kemampuan mereka.
Tidak hanya ketika mereka menang. Tetapi juga ketika mereka sedang belajar dari kekalahan.
Olahraga menembak mengajarkan ketenangan. Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi. Setiap keputusan membutuhkan kendali. Dan setiap hasil harus diterima dengan tanggung jawab.
Karena itu, olahraga ini juga menjadi ruang pembentukan karakter. Atlet belajar mengendalikan diri sebelum menarik pelatuk. Belajar fokus ketika tekanan datang.
Dan belajar menerima hasil tanpa menyalahkan keadaan. Nilai-nilai itulah yang terlihat dalam pelaksanaan Porprov XII NTB 2026.
Di tengah keterbatasan sarana, dukungan anggaran, dan berbagai kebutuhan pembinaan, seluruh unsur cabor menembak tetap bekerja bersama.
Pengurus. Panitia. Pelatih. Official. Dan atlet. Semua mengambil peran. Semangat solid, sinergi, dan prestasi menjadi kekuatan bersama.
Menanam Hari Ini untuk Prestasi Esok
Porprov XII NTB 2026 mengajarkan hal yang jauh lebih panjang. Yakni bagaimana membangun generasi atlet berikutnya.
Atlet muda harus diberi kesempatan. Harus diberi pengalaman. Dan harus diberi kepercayaan. Sebab, juara tidak lahir hanya karena bakat. Juara lahir dari proses.
Dari latihan yang berulang. Dari disiplin yang tidak terlihat. Dari kegagalan yang tidak diumbar. Dan dari keberanian untuk mencoba sekali lagi.
Dukungan Mayjen TNI Farid Makruf sebagai Pembina Perbakin Rinjani SC menjadi bagian dari proses itu.
Mendorong atlet agar berani bermimpi. Mendorong mereka agar tidak cepat puas. Dan yang paling penting, menjaga agar prestasi tetap berjalan bersama sportivitas.
Karena medali hanya menunjukkan siapa yang terbaik pada hari pertandingan.
Tetapi karakter menunjukkan siapa seorang atlet sebenarnya. Cabor menembak NTB telah menunjukkan bahwa kemenangan dan persaudaraan dapat berjalan bersama.
Hari ini mereka bertanding. Besok mereka kembali berlatih. Dan suatu hari nanti, dari arena-arena kecil itulah bisa lahir petembak NTB yang berdiri di podium nasional bahkan internasional.
Tidak hanya membawa medali.Tetapi juga membawa nama baik daerah dengan kepala tegak. (*)


Tinggalkan Balasan