GRESIK,Suarakata.id – Minggu pagi di Gresik terasa lebih ramai dari biasanya. Di GOR Tri Dharma Petrokimia, deretan kursi penonton mulai terisi sejak matahari baru menanjak. Orang-orang datang berkelompok. Ada yang membawa bendera kecil, ada pula yang sibuk mencari tempat duduk.

Hari itu, 14 September 2025, Open Tournament Bola Voli Piala Panglima TNI resmi dimulai. Turnamen yang digelar hingga 22 September ini mempertemukan 34 klub dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Mereka datang untuk memperebutkan piala bergengsi dan hadiah ratusan juta rupiah.

Pembukaan dilakukan Danrem 084 Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, yang mewakili Pangdam V Brawijaya.

Dengan kalimat sederhana ia menandai dimulainya turnamen,  “Bismillahirrahmanirrahim, Open Tournament Bola Voli Piala Panglima TNI Tahun 2025 dengan ini saya nyatakan dibuka.” Gong dipukul. Dentumnya disambut tepuk tangan panjang.

 

Sambutan Panglima TNI

Dalam sambutan tertulis Panglima TNI yang dibacakan Danrem Danny, olahraga ditempatkan sebagai sarana pembinaan karakter.

“Turnamen ini diselenggarakan untuk menumbuhkan sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan. Bola voli adalah olahraga tim. Tidak ada kemenangan tanpa kekompakan,” demikian pesan Panglima.

Ia menambahkan, ajang ini sejalan dengan upaya menyiapkan generasi muda yang sehat dan berdaya saing. “Kita tengah menatap Indonesia Emas 2045. Untuk itu, kita perlu anak muda yang kuat dan berprestasi. Turnamen ini menjadi salah satu jalannya.”

Pertandingan Perdana

Usai seremoni, penonton menunggu pertandingan perdana. Laga pembuka mempertemukan Prakasa TNI AD dengan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia. Dukungan dari tribun terdengar bergantian, menandai antusiasme warga yang sejak pagi memenuhi GOR.

Setiap kali bola meluncur deras ke lapangan lawan, sorak-sorai membahana. Atmosfer panas, meski udara masih pagi.

Bagi panitia, turnamen ini bukan hanya soal kompetisi. Ia juga menjadi ruang pertemuan. Tentara, pejabat daerah, dan masyarakat hadir bersama.

Dari bangku penonton, mereka berbagi semangat yang sama, menjaga tradisi olahraga, melahirkan atlet-atlet baru, sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan.

GOR Tri Dharma pagi itu mencatat lebih dari sekadar pembukaan turnamen. Ia menjadi pengingat bahwa olahraga, sekecil apa pun, punya peran besar dalam menyiapkan masa depan bangsa. (*)