MALANG, Suarakata.id – Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan tulus yang bekerja dalam diam demi menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Pagi itu, suasana di Yayasan Kartika Mutiara terasa berbeda. Rasa syukur menyelimuti para pengurus setelah sebuah mobil operasional akhirnya resmi dimiliki yayasan.

Ini bukan sekadar kendaraan biasa, mobil itu menjadi simbol kepedulian dan pengabdian untuk membantu aktivitas kaum disabilitas yang selama ini dibina yayasan tersebut.

Edi, salah satu pengurus Yayasan Kartika Mutiara, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara penuh syukur, ia menceritakan bagaimana proses menghadirkan kendaraan itu bukan perkara mudah.

Menurutnya, dana dari kas yayasan yang terbatas akhirnya mendapat bantuan dari Pembina Yayasan Kartika Mutiara, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A.

“Alhamdulillah, akhirnya yayasan bisa memiliki mobil operasional. Ini sangat berarti bagi kami, karena kendaraan ini nantinya digunakan untuk menunjang aktivitas saudara-saudara disabilitas di yayasan. Bantuan dan perhatian dari Bapak Mayjen TNI Dr. Farid Makruf menjadi berkah besar bagi kami semua,” ujar Edi.

Selama ini, aktivitas para penyandang disabilitas di yayasan kerap terkendala sarana transportasi. Mobilitas untuk mengikuti kegiatan pembinaan, terapi, hingga aktivitas sosial sering kali membutuhkan perjuangan ekstra.

Kehadiran mobil operasional tersebut kini menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini dirasakan.

Bagi Edi dan para pengurus, kendaraan itu bukan hanya alat transportasi, melainkan bentuk nyata kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus yayasan yang selama ini tetap setia mendukung dan menjaga yayasan agar terus berjalan.

“Semoga apa yang dilakukan menjadi amal baik dan membawa keberkahan untuk semua. Kami ingin yayasan ini terus hadir menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi kaum disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A. menegaskan bahwa perhatian terhadap kaum disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dukungan, perhatian, dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Kaum disabilitas bukan untuk dikasihani, tetapi harus didukung agar tetap mampu berkarya dan menjalani hidup dengan layak. Kehadiran mobil operasional ini diharapkan bisa membantu aktivitas mereka sehari-hari dan memudahkan yayasan dalam memberikan pelayanan,” tutur Farid Makruf.

Ia juga berharap Yayasan Kartika Mutiara terus menjadi rumah yang menghadirkan semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penyandang disabilitas. Baginya, membantu sesama bukan soal seberapa besar yang diberikan, melainkan tentang ketulusan untuk meringankan beban orang lain.

Kini, mobil itu terparkir sederhana di halaman yayasan. Namun bagi para penyandang disabilitas di Kartika Mutiara, kendaraan tersebut adalah lambang perhatian dan harapan baru bahwa di luar sana masih banyak hati yang peduli dan ingin melihat mereka terus melangkah maju tanpa batas. (*)