JAKARTA, Suarakata.id – Di balik sorotan lapangan hijau Royal Jakarta Golf Club pada 30–31 Oktober 2025, ada satu nama yang mencuri perhatian yaitu Jonathan Manuel Wijanto. Remaja yang masih duduk di kategori A Boys ini baru saja mengukir prestasi besar menjadi juara umum JKC Turnamen Golf Junior & Festival 2025, ajang bergengsi yang mempertemukan para pegolf junior terbaik Indonesia dan luar negeri.
Namun kemenangan Jonathan bukan sekadar soal angka di papan skor. Ini kisah tentang disiplin, perkembangan, dan proses panjang yang membentuk seorang juara.
Dalam tiga ronde kompetisi, Jonathan tampil stabil, fokus, dan matang dengan skor total 221 gross (5 over par). Prestasinya tak berhenti di situ. Ia juga menyapu bersih tiga gelar spesial: Skor terendah hari pertama (73), Skor terendah hari kedua (71 / 1-under), Pemain dengan eagle terbanyak di kelasnya
Triple crown di satu turnamen bukti bahwa ia bukan hanya menang, tapi mendominasi.
Padahal, persaingan tidak main-main. Pegolf sekolah olahraga dan atlet internasional pun menjadi lawannya. Prakasa Alfa Rizqi dari SMA Olahraga Pembangunan Java Ray menyusul ketat dengan 222 (6 over par), dan Nate Johnson dari Australia di posisi ketiga dengan 224 (8 over par). Tapi Jonathan tetap berdiri paling atas.
Dibentuk oleh Konsistensi dan Dukungan
Ketua Indonesia Junior Golf (IJG), Denny Uneputty, menyebut kemenangan ini bukan kejutan melainkan hasil perjalanan panjang yang konsisten.

“Jonathan adalah pemain yang berkembang dari tahun ke tahun. Disiplin, tidak cepat puas, dan punya dukungan keluarga yang luar biasa. Kemenangan ini sangat layak ia dapatkan,” ujar Denny.
Perkataannya bukan tanpa alasan. IJG menghimpun pemain dari hampir 80 turnamen per tahun di tiga pulau besar, dan mengundang 144 atlet, termasuk dari Australia, Tiongkok, Filipina, Korea Selatan, dan Inggris.
Artinya, Jonathan berkompetisi di lingkungan yang menuntut kemampuan teknik, mental, dan manajemen tekanan.
Bagi banyak pemain muda, golf bukan sekadar cabang olahraga, tapi juga pelajaran hidup: sabar, konsisten, tenang, menghitung langkah, bangkit dari kesalahan. Dan Jonathan menunjukkan semuanya di turnamen ini.
Dari luar, ia mungkin terlihat tenang. Tetapi di balik itu, ada jam latihan panjang di lapangan, sesi teknik yang tidak terhitung, dan mental yang ditempa setiap kali bola tidak meluncur sesuai rencana. Hasilnya kini terlihat jelas.
Inspirasi Baru bagi Golf Junior Indonesia
Golf masih sering dianggap olahraga eksklusif. Tapi lewat program seperti JKC Junior & Festival dan pembinaan IJG, generasi baru terus tumbuh, dan Jonathan menjadi salah satu wajah masa depan itu.
Kemenangannya bukan hanya medali atau angka. Ini pesan bagi anak-anak muda yang bermimpi: Kerja keras selalu menemukan jalannya.
“Kami ingin semakin banyak Jonathan lain tumbuh dari Indonesia,” kata Denny.
“Ia adalah bukti bahwa bakat yang dipupuk dengan disiplin akan melahirkan juara.”
Kini, setelah mengukir prestasi nasional dan bersaing dengan atlet internasional, langkah Jonathan selanjutnya semakin ditunggu. Masa depan golf Indonesia tampak lebih cerah dengan hadirnya sosok seperti dia tenang, fokus, dan penuh potensi. (*)


Tinggalkan Balasan