MATARAM,Suarakata.id – Ada ketenangan yang harus dijaga sebelum sebuah peluru meninggalkan laras. Ada fokus yang tak boleh pecah, bahkan ketika tekanan pertandingan datang dari berbagai arah.

Di situlah tantangan yang akan dihadapi Bagus Sholeh Aristyawan, petembak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipercaya memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Bagus akan turun pada cabang olahraga menembak nomor Trap Men, membawa nama Indonesia sekaligus harapan NTB ke panggung olahraga terbesar di Asia.

Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang ini mempertemukan ribuan atlet dari 45 negara dan wilayah di Asia.

Bagi Bagus, tampil di Asian Games bukan sekadar tentang bertanding. Ini adalah buah dari proses panjang yang ditempuhnya melalui latihan, kompetisi, pembentukan mental, dan pengalaman menghadapi lawan-lawan tangguh.

Perjalanan itu juga tidak lepas dari pembinaan Perbakin NTB, termasuk lingkungan Rinjani Shooting Club yang selama ini menjadi salah satu ruang tumbuh atlet menembak NTB.

Nama Bagus bukan sosok baru dalam arena menembak. Prestasinya di sejumlah kompetisi sebelumnya telah menunjukkan bahwa petembak NTB mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Pada SEASA 2024, misalnya, Bagus bersama atlet Perbakin Rinjani SC tampil dalam kompetisi yang diikuti penembak dari sejumlah negara Asia Tenggara dan negara lainnya.

Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, pembina Perbakin Rinjani SC, memberikan apresiasi atas penampilan Bagus.

“Anak-anak kita ini kapan dapat kesempatan bertanding pasti juara. Itu artinya mereka sangat berbakat dan punya mental juara,” ujar Farid saat mengapresiasi prestasi Bagus dan rekannya.

Dukungan tersebut bukan sekadar ucapan. Farid sebelumnya juga menegaskan pentingnya proses panjang dalam membentuk seorang atlet.

Menurutnya, prestasi tidak datang secara instan. Atlet harus dibentuk melalui latihan disiplin, semangat dan tekad yang kuat. Ia juga melihat olahraga menembak bukan hanya persoalan ketepatan sasaran, tetapi menyangkut fokus, ketenangan dan mental juara.

Pesan itulah yang kini kembali menemukan maknanya ketika Bagus berdiri sebagai salah satu wakil Indonesia di Asian Games 2026.

Di nomor Trap Men, Bagus akan menghadapi persaingan ketat dengan petembak-petembak Asia. Setiap tembakan akan menjadi bagian dari perjuangan panjang yang tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga Indonesia dan NTB.

Bagi Perbakin NTB, keberangkatan Bagus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah memiliki jalan menuju panggung internasional.

Sebab, di balik satu nama yang tercantum dalam daftar kontingen, ada latihan yang berulang, pertandingan yang membentuk pengalaman, kegagalan yang menjadi pelajaran, serta dukungan orang-orang yang percaya bahwa atlet daerah juga mampu berdiri sejajar dengan yang terbaik.

Dukungan dari pembina seperti Mayjen TNI Dr. Farid Makruf menjadi bagian dari ekosistem tersebut.

“Selama keberadaan saya bisa bermanfaat untuk orang banyak, saya sudah sangat senang,” kata Farid dalam kesempatan sebelumnya.

Kini, harapan itu mengarah ke Jepang.
Bagus Sholeh Aristyawan akan membawa senjata, konsentrasi, dan pengalaman yang telah ditempa selama bertahun-tahun. Di arena nanti, ia hanya memiliki satu tugas: menjaga fokus pada setiap sasaran.

Asian Games 2026 menjadi panggung besar. Dan dari NTB, nama Bagus Sholeh siap menorehkan cerita. (*)